Seminari Menengah St Petrus Canisius Mertoyudan Trimakasih atas kunjungan di website ini. Semoga bisa memberikan informasi yang berguna.
 
TEMU KOLESE 2008 DI SEMINARI MERTOYUDAN 
Tuesday, October 14, 2008, 17:33 - NEWS / BERITA Posted by hadi
BERSAHABAT MEMBANGUN KARAKTER

Dari tgl. 13 - 16 Oktober 2008, di Seminari Mertoyudan digelar Temu Kolese. Pembukaan Temu Kolese diadakan pada hari Senin, 13 Oktober pukul 09.00, bertempat di lapangan sepak bola, oleh Provinsial SJ Rm. RB. Riyo Mursanto SJ dengan pelepasan burung merpati. Hadir dalam upacara pembukaan ini para Kepala Sekolah Kolese dan Ketua Yayasan/Rektor Kolese.


Read More...
Korsik Seminari Mengiringi Upacara 17 Agustus di Lapangan Pandansari. 
Monday, August 18, 2008, 00:13 - NEWS / BERITA Posted by hadi
Kami, warga Seminari, tidak melewatkan begitu saja hari raya proklamasi kemerdekaan RI. Hari Sabtu, 16 Agustus 2008 sore, para siswa mendapat ceramah dari Bpk. Dr. Tukiman Taruna Sayoga, mantan Pamong Umum, dengan tema : "Menggali karakter para pahlawan". Mengakhiri ceramahnya, Bpk. Tukiman yang datang didampingi oleh isteri dan anaknya, mengutip 2 ungkapan dalam bahasa Latin sebagai pesan bagi para seminaris: "Non multa sed multum", dan "Nemo dat quod non habet".Pada malam harinya perwakilan siswa ikut tirakatan di RW.VIII Pandansari, bertempat di sebelah timur lapangan.
Read More...
Tim IPDN Studi Banding ke Seminari 
Saturday, August 16, 2008, 22:20 - NEWS / BERITA Posted by hadi
Hari Jumat, 15 Agustus 2008, Seminari Mertoyudan dikunjungi oleh Tim yang berjumlah 6 orang dari IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), Jatinangor Sumedang. Drs. Srimoyo Tamtomo, SH,MM, Kepala Biro Umum dan Keuangan yang menjadi ketua Tim, menjelaskan alasan mereka berkunjung ke Seminari Mertoyudan. Read More...
The Six Pillars of Character 
Saturday, August 9, 2008, 13:28 - NEWS / BERITA Posted by hadi
The Six Pillars of Character

________________________________________

These six core ethical values form the foundation of all Josephson Institute programs and materials. A chapter of the Institute's Making Ethical Decisions booklet provides a more detailed discussion of the Six Pillars.

Trustworthiness
Be honest • Don’t deceive, cheat or steal • Be reliable — do what you say you’ll do • Have the courage to do the right thing • Build a good reputation • Be loyal — stand by your family, friends and country

Respect
Treat others with respect; follow the Golden Rule • Be tolerant of differences • Use good manners, not bad language • Be considerate of the feelings of others • Don’t threaten, hit or hurt anyone • Deal peacefully with anger, insults and disagreements

Responsibility
Do what you are supposed to do • Persevere: keep on trying! • Always do your best • Use self-control • Be self-disciplined • Think before you act — consider the consequences • Be accountable for your choices

Fairness
Play by the rules • Take turns and share • Be open-minded; listen to others • Don’t take advantage of others • Don’t blame others carelessly

Caring
Be kind • Be compassionate and show you care • Express gratitude • Forgive others • Help people in need

Citizenship
Do your share to make your school and community better • Cooperate • Get involved in community affairs • Stay informed; vote • Be a good neighbor • Obey laws and rules • Respect authority • Protect the environment


SEMINARY MERTOYUDAN : THE MOVING SCHOOL. 
Wednesday, August 6, 2008, 13:31 - NEWS / BERITA Posted by hadi
LECTIO BREVIS DIREKTUR SMA SEMINARI MERTOYUUDAN T.A. 2008/2009

"SEMINARY: THE MOVING SCHOOL"

PENGANTAR
Tiga tahun lagi, tepatnya pada bulan November 2011, Seminari akan berusia 100 tahun. Banyak jasa yang telah disumbangkan oleh lembaga pendidikan ini. Dalam kurun waktu itu Seminari telah meluluskan ribuan alumni yang menyandang aneka profesi, entah sebagai uskup, pastor, tokoh awam, maupun yang lain. Sementara itu tidak sedikit jumlah jebolan Seminari yang bisa menikmati “jasa” pendidikan Seminari, kendati mereka tidak sampai menyelesaikan pendidikan di Seminari. Para alumni umumnya merasa bangga atas pendidikan yang mereka alami di masa lalu, karena berhasil menghantar mereka menuju kesuksesan. Namun di antara alumni tersebut, ada pula yang merasa prihatin terhadap “performance” Seminari sekarang ini, yang dipandang semakin turun mutunya. Sepertinya mereka tidak rela kalau “alma mater” mereka semakin “redup” pamornya dan menginginkan Seminari tetap maju serta mempertahankan mutunya.

Tentunya semua pihak punya harapan bahwa setelah berusia 1 abad, Seminari tidak semakin “redup” melainkan semakin bersinar. Usia boleh semakin tua, tetapi semangat harus tetap bernyala. Namun harapan itu akan tetap tinggal harapan tanpa adanya usaha dan kerja keras dari kita semua. Untuk itu kita tidak boleh puas diri dengan hasil yang telah dicapai selama ini. Kita perlu terus membuka mata dan menyadari aneka tantangan yang ada di depan mata kita dan mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menanggulanginya. Intinya, Seminari tidak boleh berhenti di tempat atau hanya berputar-putar di tempat, melainkan harus bergerak maju. Dan agar bisa bergerak maju, semua pihak harus terbuka terhadap perubahan dan bersedia melakukan langkah-langkah perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Gerak maju tersebut diharapkan bermuara pada terbentuknya suatu sistem pendidikan yang mampu menjamin terpeliharanya mutu pendidikan ke depan.
Read More...


Kalau ada pertanyaan silahkan tulis di BUKU TAMU. Trimakasih
    Login Admin        Sarana Komuniaksi ( MERTOYUDAN )    Date : 24/May/2013 Time 5:35