Thursday, August 7, 2008, 17:04 - PROFIL Posted by hadi
PETRUS CANISIUS : PELINDUNG SEMINARI MERTOYUDAN 1. Petrus Canisius pantas diangkat sebagai pelindung Seminari Merto¬yudan karena dia menaruh perhatian besar pada pendidikan calon¬¬-calon imam dan mendirikan seminari-seminari.
2. Petrus Canisius lahir pada tanggal 8 Mei 1521 di kota Nijmegen, Belanda, dari pasangan Jacob Canis dengan puteri seorang apoteker yang terkenal. Ayahnya, Jacob Canis, seorang Walikota yang sangat dihormati oleh masyarakat. Canisius termasuk anak nakal yang sering meresahkan orangtuanya. Ketika keluarganya mengikuti Ekaristi di dalam gereja, dia malah bermain di halaman gereja. Bilamana di dalam gereja, dia sering berbuat iseng. Petrus Canisius sendiri mengaku bahwa dirinya termasuk sombong dan angkuh karena ayahnya adalah penguasa Namun setelah bertobat dari kenakalannya, Canisius suka melakukan visitasi di depan Sakramen Mahakudus di dalam gereja dekat sekolahnya. Dalam visitasinya inilah ia mulai merasakan kedekatan dengan Allah.
3. Sekolah pertama yang dimasuki oleh Petrus Canisius adalah sekolah berbahasa Latin di kota Nigjmegen. Ketika berumur 12 tahun Canisius pindah ke sekolah berasrama, hidup bersama teman laki-laki sebaya. Setelah menyelesaikan sekolah di Nijmegen, Canisius didaftarkan oleh ayahnya ke Universitas Koln (Jerman). Di Koln Canisius dititipkan pada seorang imam bernama Andrew Herll, yang tinggal di biara Carthusian dekat gereja St. Gereon. Gereja ini nantinya turut berperanan dalam menumbuhkan kerohanian Canisius. Selama tinggal di biara Koln itu, ada beberapa orang yang mempunyai pengaruh besar dalam hidup Canisius. Mereka itu adalah: Nicholas van Esche, Laurence Surius, Andrian dari Utrecht, Jorgen Skodborg, Gerard Kalckbrenner, dan Johann Justus. Mereka itulah yang menjadi pendamping Petrus Canisius dalam menghadapi suasana kota Koln yang kering, brutal, korup dan sekular. Umumnya mahasiswa Koln suka berkelahi, mabuk, judi, dan musik.
4. Setelah menyelesaikan studi filsafatnya di Koln, tahun 1539 Canisius melanjutkan studinya di Louvain, Belgia, untuk mengikuti kursus singkat hukum Gereja. Ayahnya sudah curiga pada kedekatan Canisius dengan para imam dan rahib Carthusian di Koln. Ayahnya bermaksud membelokkan kedekatan Canisus itu dengan menghadirkan seorang puteri cantik dalam hidupnya. Namun perempuan cantik itu tidak mampu mengubah minatnya pada hidup rohani. Canisius menyikapi tawaran ayahnya itu dengan mengucapkan kaul kemurnian pribadi. Segala usaha ayahnya untuk membelokkan Canisius dari cita-citanya tidak bisa mengalahkan karya Allah yang menghendaki dia menjadi imam.
5. Pada tahun 1540-1543, Canisius meneruskan belajar teologi. Canisius mengambil spesialisasi di bidang Kitab Suci. Persahabatannya dengan Laurence Sarius berkembang selama studinya di Universitas Koln. Mereka berkaul untuk tidak akan saling berpisah. Kaul ini sangat mengikat mereka. Jika salah satu di antara mereka masuk ke lembaga religius tertentu, yang lain harus mengikutinya juga. Pada Februari 1540 Surius masuk ordo Carthusian di Koln. Pilihan Surius ini membuat Canisius dalam kesulitan karena dia masih condong untuk masuk sebuah “ordo imam baru” yang masih ia tunggu. Ordo baru ini tidak muncul sampai sekitar 7 bulan setelah Surius masuk ordo Carthusian. Canisius tetap yakin akan panggilannya untuk masuk ordo imam baru yang keberadaannya belum ia ketahui. Sementara itu Canisius tetap melanjutkan studinya di Koln.
6. Pada suatu ketika, perhatian Canisius terarah pada seorang imam muda Spanyol, Alvaro Alfonso namanya. Setelah beberapa saat bertemu di Koln, Alvaro dan Canisius bersahabat. Allah bekerja melalui Alvaro Alfonso. Melalui dia untuk pertama kalinya Canisius mendengar ceritera yang sangat inspiriatif tentang Ignatius Loyola dan sahabat-sahabatnya, terutama Petrus Faber. Canisius lalu pergi mencari Petrus Faber di Mainz, Jerman. Ia disambut hangat oleh Petrus Faber. Tidak lama sesudah itu, Canisius manjalani Latihan Rohani di bawah bimbingan Pater Petrus Faber, salah seorang pendiri Serikat Yesus. Canisius menuliskan pengalamannya menjalani Latihan Rohani kepada temannya di Koln sbb.: ”Aku tidak dapat menemukan kata-kata untuk menggambarkan pengalamanku menjalani Latihan Rohani. Pengalaman ini mengubah jiwa dan perasaan-perasaanku, menerangi akal budiku dengan cahaya baru dan memberiku inspirasi dengan kekuatan yang menyegarkan. Melimpahnya rahmat ilahi juga mengalir dalam tubuhku. Aku sungguh-sungguh dikuatkan dan diubah menjadi manusia baru”.
7. Setelah menjalani Latihan Rohani, Petrus Canisius mengambil keputusan untuk menjadi seorang Yesuit. Pada tanggal 8 Mei 1543, dia diterima menjadi novis Serikat Yesus, dan menjalani novisiat di Mainz, Jerman. Dengan demikian, Canisius telah menemukan “ordo imam baru” yang telah sekian tahun lamanya ditunggu kelahirannya. Inilah saat terpenuhinya ramalan seorang wanita suci dari kota Arnhem bahwa Canisius akan bergabung dengan sebuah lembaga religius yang saat itu sedang dalam proses didirikan. Lembaga religius itu adalah Serikat Yesus.
8. Masa novisiat di Koln bagi Canisius menjadi masa pemisahan yang tenang dari kehidupan duniawi. Pada tanggal 8 Mei 1543, persis pada hari ulang tahunnya dan sekaligus hari pesta nama St. Mikael, Petrus Canisius mengucapkan kaul di dalam Serikat Yesus. Hari ini oleh Canisius dilihat sebagai hari kelahirannya yang kedua. Dia melihat Petrus Faber sebagai ayah keduanya yang telah melahirkannya kembali menjadi manusia baru di dalam Tuhan. Selanjutnya, Canisius kembali ke Koln untuk meneruskan studi teologinya. Ia ditahbiskan menjadi imam di Koln pada tanggal 12 Juni 1546.
9. Sebagai imam muda, Petrus Canisius diutus oleh Ignatius untuk mengajar di kolese Yesuit pertama di Messina, Sicilia. Tetapi tidak lama kemudian, pada bulan September 1549, Paus Paulus III mengutusnya ke Jerman untuk menangani misi penting, yaitu membela Gereja Katolik Jerman melawan serangan para reformator. Pada waktu itu, suasana Gereja di negeri Jerman sedemikian kacau sebagai akibat Reformasi. Umat sulit membedakan ajaran Gereja Katolik dan ajaran Luther. Canisius diminta membendung arus penyeberangan orang-orang Katolik ke Protestantisme dan mengembalikan mereka ke pangkuan Gereja. Lewat khotbah-khotbahnya, dia menjelaskan tema-tema pokok iman Katolik.
10. Pada bulan Februari 1552, Canisius diutus ke Wina, Austria, untuk mendirikan sebuah kolese Yesuit dan menyalakan kembali iman orang-orang Katolik. Di ibukota Austria itu, ia mendapati Gereja sudah kehilangan umatnya. Banyak juga, Gereja terpaksa ditutup karena tidak ada imamnya. Ia lalu mencari calon-calon imam, dan mendirikan sebuah seminari di dekat kolese Wina tersebut.
11. Selama berkarya di Wina, Petrus Canisius menghasilkan buku yang sangat terkenal, yaitu Katekismus. Buku itu menjadi sangat populer di Jerman karena memenuhi kebutuhan yang paling mendesak pada saat itu. Buku itu memuat ajaran Kristiani; terbit pada bulan April 1555. Buku itu ditulis dalam bahasa Latin, dengan judul: Summarium Doctrinae Christianae (Ringkasan Doktrin Kristen). Isi bukunya berupa tanya jawab karena dimaksudkan sebagai pegangan praktis bagi para pelajar kolese. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman pada tahun 1556. Sebuah penyesuaian diterbitkan bagi anak-anak Sekolah Menengah dengan judul: Katekismus Singkat. Katekismus ini mengalami sekitar dua ratus kali cetak ulang selama Canisius masih hidup, dan terus dicetak ulang sampai abad XIX.
12. Pada bulan Juli 1555, ia pergi ke Praha untuk membuka sebuah kolese. Pada bulan Juni 1556, ia ditunjuk menjadi Provinsial di Jerman, dan tugas ini dijalaniselama empat belas tahun. Setelah dibebaskan dari tugas sebagai Provinsial pada tahun 1569, ia pergi ke Insburck untuk menulis buku-buku ilmiah dan berkhotbah. Pada tahun 1573, ia mengunjungi Roma untuk membicarakan situasi Jerman dengan Paus. Selama pembicaraan itu, ia menganjurkan supaya di Jerman didirikan lebih banyak seminari. Ia percaya, kalau persiapan para imam menjadi semakin baik, umat Katolik di paroki-paroki akan semakin baik pula.
13. Menginjak usianya yang ke-68, kesehatannya mulai memburuk. Keadaan ini memaksa dia menghentikan aktivitasnya. Pada tanggal 21 Desember 1597, pada usianya yang ke-76, ia meninggal dalam damai Tuhan. Petrus Canisius dinyatakan sebagai santo oleh Paus Pius XI pada taggal 21 Mei 1925, dan diberi gelar Pujangga Gereja. Pesta Santo Petrus Canisius dirayakan setiap tanggal 27 April.
14. Selama hidupnya ia telah mendirikan 18 kolese, dan mengarang 37 buku. Lewat khotbah-khotbahnya, ia berperan besar dalam membantu membangun kembali kekatolikan di Jerman. Kecuali itu, sumbangan penting yang pantas dicatat adalah perhatiannya yang besar terhadap pendidikan calon-calon imam untuk mendukung pembangunan Gereja. Hal terakhir inilah yang menjadi dasar utama mengapa Petrus Canisius diangkat sebagai pelindung Seminari Menengah Mertoyudan. Hidup dan semangatnya banyak memberi inspirasi untuk penyelenggaraan pendidikan calon-calon imam.

|
Thursday, August 7, 2008, 14:56 - PROFIL Posted by hadi
VISI, MISI, TUJUAN DAN NILAI DASAR SEMINARIA.VISI
Visi Seminari adalah menjadi komunitas pendidikan calon imam tingkat menengah yang handal dan berkompeten dalam mengembangkan sanctitas (kesucian), sanitas (kesehatan), dan scientia (pengetahuan) ke arah imamat yang tanggap terhadap kebutuhan zaman.
B.MISI
Misi Seminari adalah
1.mendidik dan mendampingi seminaris (siswa) menjadi pribadi yang berkembang secara integral dalam sanctitas (kesucian), sanitas (kesehatan), dan scientia (pengetahuan) ke arah kedewasaan sesuai dengan usianya sehingga semakin mampu mengambil keputusan sesuai dengan panggilan hidupnya.
2.menyelenggarakan pendidikan yang mampu membentuk dan mengembangkan seminaris menjadi pribadi yang jujur, setia, disiplin, bertanggung jawab, solider, mampu bekerjasama, berjiwa melayani, berani memperjuangkan keadilan, dan mampu berdialog dengan penganut agama/kepercayaan lain, dengan mengedepankan manajemen partisipatif.
C. TUJUAN
Tujuan Seminari
1.mendampingi seminaris dalam mengolah hidup rohani, panggilan, kegerejaan dan kemasyarakatan, agar mampu mengambil keputusan sesuai dengan panggilan hidupnya.
2.mendampingi seminaris untuk mengembangkan diri menjadi pribadi yang sehat secara fisik maupun psikis, dewasa secara manusiawi maupun kristiani, sehingga seminaris memiliki kesiapsiagaan untuk menanggapi panggilan Tuhan.
3.melaksanakan kegiatan pendidikan dan pembelajaran secara efektif dan efisien agar kompetensi seminaris berkembang secara optimal sehingga seminaris memiliki bekal yang memadai untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan imamat berikutnya.
D.NILAI-NILAI DASAR
Kegiatan pendidikan di Seminari dilaksanakan dengan mengedepankan dan mendasarkan diri pada nilai-nilai dasar, antara lain: iman, harapan, kasih, kejujuran, kesetiaan, kedisiplinan, tanggungjawab, solidaritas, keadilan, dan pelayanan.
|
Thursday, August 7, 2008, 03:00 - PROFIL Posted by hadi
PROFIL LULUSAN SEMINARI
Setelah menjalani pendidikan di Seminari, seminaris berkembang secara integral dalam sanctitas, sanitas dan scientia sehingga siap untuk meneruskan ke jenjang pendidikan imamat lebih lanjut. Profil yang diharapkan ada pada lulusan Seminari Mertoyudan adalah sebagai berikut
A. SANCTITAS
Terkait dengan sanctitas, seminaris berkembang hidup rohani, panggilan, kegerejaan, dan kemasyarakatannya.
1.Dalam hidup rohani, seminaris memiliki
a.keterarahan pada Kristus sebagai sumber dan pedoman hidup.
b.keterbukaan dan ketaatan kepada bimbingan Roh.
c.penghargaan terhadap tradisi hidup rohani, hidup doa dan sakramen-sakramen.
d.kebiasaan membaca dan merenungkan Kitab Suci dalam konteks hidup nyata.
e.kemampuan dan kebiasaan berefleksi dan menjalankan pembedaan Roh.
2.Dalam hidup panggilan, seminaris memiliki
a.motivasi murni ke arah panggilan imamat.
b.kemampuan untuk memilih dan mengambil keputusan sesuai dengan panggilan hidupnya.
c.kemantapan dalam menghayati panggilan dengan menjadikan Bunda Maria sebagai teladan.
d.keterarahan hidup untuk menghayati tiga nasihat injili (ketaatan, kemurnian, kemiskinan).
3.Dalam hidup menggereja dan memasyarakat, seminaris memiliki
a.pengetahuan, perhatian dan kepeduliaan terhadap kehidupan Gereja dan masyarakat beserta masalah-masalahnya.
b.jiwa pelayanan dan semangat pengorbanan dalam melaksanakan tugas panggilannya sebagai calon pemimpin umat.
c.keterampilan berkomunikasi dan kemampuan berdialog dengan penganut agama dan kepercayaan lain.
B. SANITAS
Terkait dengan sanitas, seminaris memiliki
a.keseimbangan dalam pikiran dan perasaan
b.kemampuan untuk menerima diri apa adanya dan berusaha mengolahnya agar mempunyai kemantapan dalam kepribadiannya.
c.kebebasan batin sehingga seminaris mampu menghayati nilai-nilai, antara lain: kejujuran, kesetiaan, kedisiplinan, ketekunan, tanggung jawab, solidaritas, keadilan, dan pelayanan.
d.kesadaran diri sebagai calon imam dalam membangun relasi secara baik dengan semua orang.
e.pandangan dan penghayatan yang sehat terhadap seksualitas.
kesehatan jasmani maupun rohani (fisik–psikis) yang memungkinkan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan imamat berikutnya.
C. SCIENTIA
Terkait dengan scientia, seminaris memiliki
a.tradisi membaca dan studi yang kuat, serta menemukan cara belajar yang cocok untuk mencapai perkembangan yang optimal dalam bidang intelektual.
b.keterbukaan terhadap informasi dunia dan mempunyai inisiatif untuk mengembangkan pengetahuan.
c.kemampuan untuk berpikir secara logis, kritis, kreatif, analitis, dan sintetis.
d.pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk masuk ke jenjang pendidikan imamat selanjutnya.
e.sikap dan kesanggupan untuk belajar sepanjang hidup.
|
Wednesday, August 6, 2008, 23:02 - AKADEMIK Posted by hadi
AGENDA KEGIATAN AKADEMIKSMA SEMINARI MERTOYUDAN
Semester I, T.A.2008/2009
JULI 2008
1.Senin, 14 Juli : Acara Staf: Rapat pemantapan
program; pengambilan buku,MOS.
2.Selasa,15 Ju : Misa Pembukaan T.A. 2008/2009,
lectio brevis
: MOS KPP dan KPA s.d. 17 Juli.
3.Rabu, 16 Juli : Kelas XII mulai
pelajaran.Kls X: Orientasi Kurikulum.
Kelas XI: Pembekalan tentang
metodologi penelitian.
4.Kamis, 17 Juli : Kelas X dan XI mulai pelajaran; KPP
dan KPA ambil buku.
: Pk. 17.00: Pertemuan moderator & pengurus SA.
5.Jumat, 18 Juli : KPP dan KPA mulai pelajaran.
6.Senin, 21 Juli : Sidang Akademi Perdana.
7.Rabu, 30 Juli : Hari Libur Isra Miraj
8.Kamis, 31 Juli : Peringatan St. Ignatius dari Loyola.
AGUSTUS 2008
1.Selasa,12 Agt : Acara Staf:"Pendalaman Standar Proses"
2.Minggu,17 Agt : Acara bersama: Upacara HUT RI.
3.Senin, 18 Agt : Libur HUT RI
4.Sabtu, 23 Agt : Kunjungan Bpk. Uskup KAS
SEPTEMBER 2008
1.Rabu, 10 Sep : Acara Staf:Pendalaman "Team Teaching"
2.Rabu, 17 – 19 Sept. : Triduum KPA
3.Jumat, 19 – 25 Sept. : Kesempatan tes sumatif untuk Rapor
Tengah Semester I
4.Senin, 29 Sept. : Penerimaan Laporan Hasil Belajar
Tengah Semester I
5.Selasa,30 Sept–4 Okt. : Libur Hari Raya Idulfitri
OKTOBER 2008
1.Kamis, 2 – 4 Oktober : Pertemuan Pembina Seminari Regio
Jawa Bali.
2.Senin, 6 Oktober : Mulai pelajaran biasa.
3.Sabtu, 11 – 17 Okt. : Kegiatan Tengah Semester : Temu
Kolese 2008, homestay, live in,
LKTD, karya tulis.
4.Sabtu, 18 Oktober : Mulai pelajaran seperti biasa.
5.Selasa, 28 Oktober : Acara staf: Menyelami dunia
kesiswaan.
6.Rabu, 29 – 31 Okt. : Retret Kelas X
NOPEMBER 2008
1.Senin, 10 Nopember : Upacara bendera Hari Pahlawan.
2.Kamis, 20 Nopember : Acara Staf: Penelitian tindakan
kelas; persiapan TPM
3.Senin, 24 - 28 Nop. : Retret Kelas XII dan KPA.
DESEMBER 2008
1.Rabu, 3 Desember : Hari Belajar persiapan TPM.
2.Kamis, 4 – 13 Des. : TPM Semester Ganjil.
3.Senin, 8 Desember : Libur Hari Idul Adha
4.Senin, 15 – 16 Des. : Kesempatan tes ulang/her.
5.Sabtu, 20 Desember : Penerimaan Laporan Hasil Belajar
Siswa (LHBS).
6.Senin,22 Des.-3Jan.08 : Libur : Natal, akhir Semester I dan
Tahun Baru 2009.
7.Jumat, 26 Desember : Natalan staf, guru dan karyawan.
AGENDA KEGIATAN AKADEMIK
SMA SEMINARI MERTOYUDAN
Semester II,T.A.2008/2009
JANUARI 2009
1.Senin, 5 Januari : Acara Staf: Evaluasi Smt. I; agenda
kegiatan Smt.II.Misa pelantikan OSIS.
2.Selasa, 6 Januari : Mulai pelajaran semester II.
3.Kamis, 8 Januari : Pk. 17.00: Pertemuan pengurus dengan
moderator Sidang Akademi.
4.Senin, 12 Januari : Sidang Akademi: penyusunan program
Semester II
5.Senin, 26 Januari : Libur Tahun Baru Imlek 2560
FEBRUARI 2009
1.Sabtu, 7 Februari : Acara staf : Pendalaman “Character
Building”.
2.Rabu, 25 Feb-1 Maret : Kesemptan solisitasi untuk MU
3.Rabu, 25 Februari : Libur Hari Rabu Abu
MARET 2009
1.Senin, 2 – 6 Maret : Retret Kelas XI
2.Jumat, 6 – 9 Maret : Tes masuk Seminari (Gelombang 1);
Triduum KPP
3.Senin, 9 Maret : Libur Maulud Nabi
4.Kamis, 12 Maret : Acara Staf: Pendalaman "time management"
5.Jumat, 13 – 20 Maret : Perkiraan UjiCoba Ujian bagi kls XII
6.Selasa, 24 Maret : Hari Belajar
7.Rabu, 25 Mrt. –3 Apr. : Tes Tengah Semester II
8.Kamis, 26 Maret : Libur Hari Raya Nyepi.
APRIL 2009
1.Sabtu, 4 dan 6 April : Kesempatan untuk tes ulang/her
2.Selasa, 7 April : Penerimaan Laporan Hasil Belajar
Tengah Semester II
3.Rabu, 8 – 13 April : Libur Paskah
4.Rabu, 15 April : Penyerahan karya tulis kelas XI.
5.Senin, 20 – 24 April : Pelaksanaan Ujian Nasional
6.Sabtu,25-26 April : Acara Staf: Rekoleksi
7.Senin, 27 April : Libur, peringatan Santo Petrus
Canisius
8.Selasa,28 – 30 April : Perkiraan Ujian Praktik
MEI 2009
1.Sabtu, 2 Mei : Upacara Hari Pendidikan.
2.Senin, 11 – 14 Mei : Pelaksanaan Ujian Sekolah
3.Sabtu, 9 Mei : Libur Hari Raya Waisak.
4.Kamis, 21 Mei : Libur Kenaikan Tuhan Yesus, hari
belajar untuk KPA.
5.Jumat, 22 – 29 Mei : TPM Semester Genap KPA
6.Selasa, 26 Mei : Hari belajar persiapan TPM bagi KPP,
Kls. X dan XI.
7.Rabu,27 Mei – 4 Juni : TPM Semester Genap bagi KPP, Kls.
X, XI.
JUNI 2009
1.Jumat, 5 – 6 Juni : Kesempatan untuk tes ulang/her.
2.Jumat, 5 – 7 Juni : Tes masuk Seminari (gelombang 2)
3.Senin 8 Juni : Pembekalan penyusunan karya tulis
bagi kelas X.
4.Rabu, 10 Juni : Acara Staf: Rapat kenaikan kelas.
5.Sabtu, 13 Juni : Misa Penutup, penerimaan Laporan
Hasil Belajar Siswa.
6.Minggu, 14 – 16 Juni : Staf intern : Rapat Evaluasi dan
Refleksi.
Guru dan TU : Persiapan evaluasi dan
penyusunan program.
7.Senin,16 Juni -12 Jul : Libur Akhir Tahun Ajaran 2008/2009.
8.Rabu, 17 Juni : Rapat Evaluasi Sekolah
9.Kamis, 18 – 19 Juni : Rapat Penyusunan Program Kerja
10.Senin, 20 – 26 Juni : Liburan staf, guru,karyawan SMA.
JULI 2009
1.Sabtu, 11 Juli : Semua staf sekolah sudah masuk
kerja, persiapan.
2.Senin, 13 Juli : Staf: Rapat pemantapan
program T.A.2009/2010.
3.Selasa, 14 Juli : Misa Pembukaan T.A. 2009/2010 ;
Lectio Brevis.
Revisi: Mertoyudan, 5 Januari 2009



|
Wednesday, August 6, 2008, 13:31 - NEWS / BERITA Posted by hadi
LECTIO BREVIS DIREKTUR SMA SEMINARI MERTOYUUDAN T.A. 2008/2009"SEMINARY: THE MOVING SCHOOL"
PENGANTAR
Tiga tahun lagi, tepatnya pada bulan November 2011, Seminari akan berusia 100 tahun. Banyak jasa yang telah disumbangkan oleh lembaga pendidikan ini. Dalam kurun waktu itu Seminari telah meluluskan ribuan alumni yang menyandang aneka profesi, entah sebagai uskup, pastor, tokoh awam, maupun yang lain. Sementara itu tidak sedikit jumlah jebolan Seminari yang bisa menikmati “jasa” pendidikan Seminari, kendati mereka tidak sampai menyelesaikan pendidikan di Seminari. Para alumni umumnya merasa bangga atas pendidikan yang mereka alami di masa lalu, karena berhasil menghantar mereka menuju kesuksesan. Namun di antara alumni tersebut, ada pula yang merasa prihatin terhadap “performance” Seminari sekarang ini, yang dipandang semakin turun mutunya. Sepertinya mereka tidak rela kalau “alma mater” mereka semakin “redup” pamornya dan menginginkan Seminari tetap maju serta mempertahankan mutunya.
Tentunya semua pihak punya harapan bahwa setelah berusia 1 abad, Seminari tidak semakin “redup” melainkan semakin bersinar. Usia boleh semakin tua, tetapi semangat harus tetap bernyala. Namun harapan itu akan tetap tinggal harapan tanpa adanya usaha dan kerja keras dari kita semua. Untuk itu kita tidak boleh puas diri dengan hasil yang telah dicapai selama ini. Kita perlu terus membuka mata dan menyadari aneka tantangan yang ada di depan mata kita dan mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menanggulanginya. Intinya, Seminari tidak boleh berhenti di tempat atau hanya berputar-putar di tempat, melainkan harus bergerak maju. Dan agar bisa bergerak maju, semua pihak harus terbuka terhadap perubahan dan bersedia melakukan langkah-langkah perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Gerak maju tersebut diharapkan bermuara pada terbentuknya suatu sistem pendidikan yang mampu menjamin terpeliharanya mutu pendidikan ke depan.
Read More...
|
Wednesday, August 6, 2008, 13:09 - FASILITAS Posted by hadi
FASILITAS PENDUKUNG PENDIDIKAN/PENGAJARAN1. Laboratorium : Fisika, Kimia, Biologi,Komputer,Bahasa, dan sedang dikembangkan laboratorium sosial.
2. Ruang kelas : masing-masing kelas dilengkapi dengan white board, wall screen, dan komputer. Bila guru mengajar, tinggal membawa LCD Player yang disedikan sekolah dalam jumlah cukup memadai.
3. Internet : berlangganan speedy unlimited, terkoneksi di seluruh kompleks Seminari. Juga telah dipasang hotspot. Bagi para siswa disediakan "warnet" untuk media komunikasi, mencari data/informasi
dalam rangka tugas karya tulis, sidang akademi, tugas sekolah, dll.
4. Gedung musik: berkat bantuan dari gubernur Jateng, telah berhasil dibangun gedung musik yang cukup representatif. Gedung musik ini dipergunakan untuk mewadahi peralatan musik dan untuk latihan orkestra.
5. Lapangan Olah Raga: sepak bola, basket, volley, bulu tangkis.
Sejalan dengan niat Seminari untuk menjadi "The Moving School", yaitu sekolah/lembaga pendidikan yang terus bergerak maju guna meraih keunggulan, ke depan Seminari akan terus melakukan penataan, pembenahan, dan melengkapi diri dalam bidang sarana prasarana.


|
Tuesday, August 5, 2008, 17:56 - BUKU TAMU / FAQ Posted by Yohannes Budi Wuryanto
Romo Hadi SJ, selamat atas dibuatnya Website ini. Terima kasih juga untuk mas Sapto yang mau bersusah payah membuat website ini selain beliau sibuk mengasih mailist Merto 21 yang heboh. Semoga website ini banyak dikunjungi oleh rekan-rekan alumni semua. Juga main menunya semakin banyak isinya........ selamat
|

