Seminari Menengah St Petrus Canisius Mertoyudan Trimakasih atas kunjungan di website ini. Semoga bisa memberikan informasi yang berguna.
 
STAF INTERN SEMINARI MERTOYUDAN, T.A. 2008/2009 
Sunday, August 3, 2008, 20:25 - Posted by hadi
STAF INTERN SEMINARI

Rektor : Antonius Gustawan,SJ
Direktur : Martinus Hadisiswoyo, SJ
Minister : Thomas Becket Gandhi Hartono, SJ
Ekonom : Br.A.R. Rajak Spendoyo,SJ
Pamong Umum : Paulus Supriya,Pr.
Pamong Medan Utama : Agustinus Setyodarmono,SJ
Subpamong Medan Utama : Fr. Bernardus Dirgaprimawan,SJ
Pamong Medan Madya I : FX. Handy Kristian Adi P,Pr
Pamong Medan Madya II : Paulus Supriya,Pr.
Subpamong Medan Madya : Fr.Antonius Kurnia Andrianto
Pamong Medan Pratama : Antonius Saptana Hadi Digda H.,Pr
Subpamong Medan Pratama: Fr. Simon Untara
Fr. Martinus Fajar Susanto, SJ
Guru Bahasa Latin : Johanes Madyasusanto, SJ
Urusan Kesehatan/Valet : Sr. Theresina Asri Endah Nuratri, CB
Urusan Dapur : Sr. Magdalena, CB


Terima kasih Mas Sapto 
Friday, August 1, 2008, 13:31 - BUKU TAMU / FAQ Posted by hadi


Mas Sapto,



Terima kasih atas bantuannya mengembangkan blog saya menjadi website. Untuk selanjutnya, website ini bisa kita manfaatkan untuk saling tukar informasi. Dengan website ini, maka blog yang semula setengah pribadi, menjadi lebih publik, untuk sementara bisa mewakili lembaga Seminari. Berita dari Seminari Mertoyudan juga akan saya masukkan di sini. Silakan kalau ada di antara teman-teman alumni yang mau memberi saran/masukan pada Seminari. Sekali lagi banyak terima kasih !
Proficiat 
Saturday, July 26, 2008, 18:08 - BUKU TAMU / FAQ Posted by Cahyo BY
Salut untuk teman teman yang meluangkan waktu dan tenaga untuk membuat website ini, Smoga website ini sungguh dapat mengembangkan seminari sebagai Institusi dan bermanfaat buat alumni-alumninya dan masyarakat semua, amien

Salam dan Berkah Dalem Gusti
Merto adh Kenangan yg Hidup 
Friday, July 25, 2008, 04:26 - BUKU TAMU / FAQ Posted by Rm. Handy Kristian Pr
Seberapapun kisahnya dan semendalam apakah inti ceritanya .... Mertoyudan dg seminarinya adalah segudang misteri yg tak habis utk dieksplorasi dan dinikmati.
Masa-masa di seminari adalah masa utk melatih ketajaman kemanusiaan sekaligus bersentuhan dg daya keilahian yg berpendar-pendar menghebat.
Tetap semangat untuk memompa darah bagi kelangsungan kader Gereja utk pelayan sakramen di masa mendatang.
Mugi Gusti tansah paringa Berkah !!!
subhanallah 
Friday, July 18, 2008, 19:50 - BUKU TAMU / FAQ Posted by juanxmerto
alhamdulillah, jadi juga www.mertoyudan.org. bravo buat mas sapto koster.
Mars Seminari 
Monday, June 30, 2008, 16:52 - PROFIL Posted by damar
MARS SEMINARI

Lagu: J. Schouten SJ
Teks: A. Soenarja SJ

Hai putra Seminari, selalu sehati.
Ikut panggilan suci dengan niat murni.
Sedia akan karya bagi Greja bangsa.
Karna tujuan kita imamat mulia.

Usaha hidup suci, sehat dan berbudi.
Dengan bangga berbakti berjiwa mengabdi.
Dalam suka dan duka tetap tabah setia.
Demi tujuan kita imamat mulia.


teks asli dalam bahasa Jawa:

Mba putra Seminari, setya mring sesanti.
Rukun tunggil tenaga mangudi jejangka.
Sinanggi manah panggah, ing bingah lan susah.
Amung satunggal èsti imam Dalem Gusti.

Ing satindak satandang, manah bingar padhang.
Nuju sucining budi kanthi ulah dhiri.
Tan mundur wit rubéda, tan wigih ing karya.
Amung satunggal èsti imam Dalem Gusti.
Sejarah Seminari Mertoyudan 
Thursday, June 26, 2008, 21:46 - PROFIL Posted by sapto [Administrator]

SEJARAH (dari Wikipedia)

Awal berdirinya Seminari Menengah Mertoyudan tidak dapat dilepaskan dari 2 pemuda lulusan Kweekschool Muntilan yang berkeinginan menjadi imam, yakni Petrus Darmaseputra dan F.X. Satiman.

November 1911 mereka menghadap Romo Van Lith dan Romo Mertens SJ dan mohon agar diperkenankan belajar menyiapkan diri menjadi imam.

Niatan kedua pemuda ini, yang juga dengan mempertimbangkan kebutuhan imam di Indonesia, ternyata mampu mendorong munculnya gagasan untuk menyelenggarakan pendidikan bagi para calon imam. Proses perijinan dari Roma pun diurus, dan 30 Mei 1912 izin resmi dari Roma keluar untuk memulai lembaga pendidikan calon imam di Indonesia. Kursus pendidikan tersebut diselenggarakan di Kolese Xaverius Muntilan.

Antara tahun 1916-1920 sudah ada 10 siswa Muntilan yang dikirim ke sekolah Latin yang diselenggarakan para pastor Ordo Salib Suci di Uden, Belanda. Dua siswa meninggal dan seorang lagi terganggu kesehatannya, kemudian diambil kebijakan untuk menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Kursus di Muntilan pun disempurnakan.

Tanggal 7 September 1922, dua seminaris menjadi novis pertama pada Novisiat Serikat Yesus yang baru dibuka di Yogyakarta dengan rektor dan pimpinan novisiatnya Romo Strater SJ.

Mei 1925 dimulai Seminari Kecil (Klein Seminarie), yang gedungnya dibangun di sebelah barat kolese St. Ignatius Yogyakarta tanggal 19 Desember 1927 dan diberkati Mgr APF van Velsen SJ. Kursus diadakan bagi mereka yang baru tamat Sekolah Dasar Hollands Inlandse School (HIS) dan Europese Lagere School (ELS). Bersamaan dengan itu kursus di Muntilan, bagi mereka yang sudah memiliki ijasah guru tetap, juga tetap berlangsung.

Sekitar tahun 1927 kursus ini digabung dengan Seminari Kecil di Yogyakarta. Karena jumlah siswnya meningkat hingga 100 siswa lebih, seminari dipindah ke Mertoyudan Magelang. Pelajaran pertama dimulai 13 Januari 1941.

8 Maret 1942 tentara Belanda menyerah kepada Jepang. Gedung Seminari Mertoyudan diduduki Jepang dan digunakan untuk sekolah Pertanian Nogako. Tanggal 5 April 1942 para seminaris terpaksa pulang ke rumah masing-masing. Meski demikian pendidikan calon imam tetap dilangsungkan di berbagai pastoran, diantaranya di Boro, Yogyakarta, Ganjuran, Muntilan, Girisonta, Ungaran, Semarang dan Solo. Pelajaran diberikan dengan sembunyi-sembunyi. Selama masa sulit ini, seminari lazim disebut Seminari in diaspora. Situasi ini berlangsung hingga 1945.

Dalam masa Revolusi Fisik, gedung Seminari Mertoyudan sempat dibumihanguskan. Sisa-sisa bangunan menjadi jarahan. Setelah situasi tenang, Seminari dibangun kembali oleh Vikariat Semarang dan berakhir Agustus 1952. Bangunan tersebut sekarang merupakan bagian dari gedung Domus Patrum dan Medan Madya. Setelah pembangunan selesai, selama liburan para seminaris pindah ke Mertoyudan.

Tanggal 3 Desember 1952 gedung Seminari Mertoyudan diberkati Mgr Albertus Soegijapranata SJ. Lima tahun kemudian dibangun gedung tambahan yang dipergunakan untuk seminari, yaitu Medan Utama dan Medan Pratama. Sejak saat itu semakin banyak murid tamatan SD yang diterima di Seminari Mertoyudan. Namun berdasar pertimbangan lain, tamatan SD tidak diterima lagi sejak tahun 1968. Yang diterima hanya tamatan SLTP dan SLTA.

Tahun 1971 siswa seminari lulusan SLTA tinggal di Yogyakarta dan mengikuti kuliah di IKIP Sanata Dharma hingga menyelesaikan pendidikan sarjana muda. Tahun 1972 siswa tamatan SLTA juga ditampung di Seminari Mertoyudan. Karena berbagai alasan, tahun 1974 di Wisma Realino Yogyakarta dibangun cabang Seminari untuk menampung siswa tamatan SLTA.

Di Mertoyudan dilakukan penambahan gedung. Tahun 1976 dilakukan penambahan gedung, yang diresmikan dan mulai dihuni oleh Seminaris Medan Utama. Tahun itu juga Seminari Cabang Yogyakarta digabung lagi dengan Seminari Mertoyudan hingga sekarang.

<<First <Back | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | Next> Last>>

Kalau ada pertanyaan silahkan tulis di BUKU TAMU. Trimakasih
    Login Admin        Sarana Komuniaksi ( MERTOYUDAN )    Date : 26/May/2013 Time 3:43