Seminari Menengah St Petrus Canisius Mertoyudan Trimakasih atas kunjungan di website ini. Semoga bisa memberikan informasi yang berguna.
 
Daftar Uskup Alumni dari Seminari 
Tuesday, August 26, 2008, 13:06 - KEUSKUPAN Posted by hadi

1. Mgr. A. Djajaseputra, SJ
2. Mgr. A. Sugijapranata, SJ
3. Mgr. A. Dibyakaryana, Pr
4. Mgr. H. Haripranata, SJ
5. Mgr. Cardinal J.Darmayuwono, Pr
6. Mgr. Leo Soekoto, SJ
7. Mgr. P. Hardjosumarto, MSC
8. Mgr. S. Prajasuto, MSF (Banjarmasin)
9. Mgr. A. Djajasiswaya, Pr
10. Mgr. Hadiwikarta, Pr

11. Mgr. Harsono, Pr
12. Mgr. Blasius Pujaraharja,Pr (Ketapang)
13. Mgr. Cardinal J. Darmaatmadja, SJ (Jakarta)
14. Mgr. HY. Pandoyoputro, O.Carm (Malang)
15. Mgr. Y. Harjosusanto, MSF (Tanjung Selor)
16. Mgr. A. Sutrisnaatmaka, MSF (Palangkaraya)
17. Mgr. J. Sunarka, SJ (Purwokerto)
18. Mgr. Ign. Suharyo, Pr (Semarang)
19. Mgr. J. Pujasumarta, Pr.(Bandung)
20. Mgr. N. Adi Saputra, MSC (Merauke).

Uskup KAS : Seminari tetap menjadi tempat pendidikan calon imam. 
Monday, August 25, 2008, 02:03 - KEUSKUPAN Posted by hadi
Sudah menjadi agenda rutin, Bpk. Uskup KAS mengadakan kunjungan pastoral ke Seminari Mertoyudan. Kali ini, kunjungan dilaksanakan tgl. 23 - 24 Agustus 2008, bersamaan dengan HOT (Hari Orang tua KPP dan KPA). Kunjungan ini diisi dengan aneka acara, yaitu : wawanhati dengan staf, pertemuan dengan komunitas, Misa dengan orang tua KPP-KPA bersama komunitas Seminari, wawanhati dengan orangtua dan pertemuan khusus dengan staf intern Seminari.

Dalam pertemuan dengan warga komunitas, seorang siswa bertanya : Seminari mau dibawa ke mana, terkait dengan wacana yang berkembang setelah Seminari mengadakan asesmen. Wacana yang sempat berkembang ada tiga, yaitu:1) Seminari dikembangkan menjadi SMA umum, 2) Seminari mendirikan SMA Umum, dan seminaris bersekolah di dalamnya (seperti SMA Gonzaga, Jakarta), 3) Seminari dipertahankan seperti selama ini. Bapak Uskup, Mgr. Ign. Suharyo Pr pada kesempatan itu mengatakan, Seminari Mertoyudan akan tetap dipertahankan sebagai tempat pendidikan bagi calon-calon imam. Hal ini ditegaskan lagi ketika mengadakan pertemuan dengan staf intern. Bpk.Uskup mengatakan, selama menjadi uskup KAS, Seminari akan dipertahankan dengan format seperti selama ini, yaitu sebagai tempat pendidikan bagi calon imam. Yang diterima di Seminari hanya calon yang punya motivasi menjadi imam. Namun kalau dalam perjalanan pendidikan, siswa tertentu menyadari bahwa dirinya tak terpanggil menjadi imam, dia tetap diperbolehkan meneruskan pendidikan hingga lulus SMA (tidak dkeluarkan dari Seminari). Terkecuali kalau siswa melakukan tindakan kriminal atau kehadirannya punya pengaruh amat buruk bagi mereka yang hendak meneruskan ke jenjang imamat. Alasan tetap dipertahankan seperti selama ini adalah, karena dengan format pendidikan sekarang ini ternyata sudah banyak perubahan menuju kemajuan dibuat oleh staf Seminari. Maka melakukan perubahan radikal dirasa tidak perlu. Yang diperlukan adalah melanjutkan perubahan-perubahan yang telah diusahakan selama ini, hingga Seminari berkembang menjadi semakin baik. Dengan jawaban dari Bapak Uskup ini, wacana mengenai perubahan format pendidikan Seminari menjadi tidak relevan untuk diperkembangkan lebih jauh.








Dubes Vatikan dan Bpk Uskup Misa di Seminari 
Friday, August 22, 2008, 14:39 - KEUSKUPAN Posted by hadi






| 1 |

Kalau ada pertanyaan silahkan tulis di BUKU TAMU. Trimakasih
    Login Admin        Sarana Komuniaksi ( MERTOYUDAN )    Date : 19/June/2013 Time 12:48